Penerbangan

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Daftar Situs Streaming Channel Olah Raga


Saat ini acara olahraga adalah salah satu tontonan terbaik yang digemari banyak orang dan tentu saja menghasilkan uang. Karena itu juga, stasiun televisi mencoba atau berlomba-lomba memburu hak siar acara olahraga dengan harapan bisa mendapatkan uang yang cukup besar.
Namun efek negatif dari persaingan perebutan hak siar ini adalah… semakin mahalnya harga, terlebih jika olahraga tersebut sangat menjanjikan secara bisnis, seperti contohnya Liga Inggris. Akibatnya pemirsa TV kelas menengah ke bawah secara lambat laun kehilangan kesempatan untuk menyaksikan siaran olahraga kesayangannya di TV gratisan karena harga hak siar yang mahal dan membuat TV gratisan tersebut tidak mampu lagi membelinya, termasuk juga mencarikan sponsor untuk mendukung pembelian hak siar tersebut. Akibatnya, siaran olahraga semakin kesini semakin langka yang gratis, dan kebanyakan dikuasai oleh televisi berbayar. Bahkan beberapa klub dan event olahraga di luar negeri sana banyak yang bekerjasama dengan stasiun televisi berbayar dikarenakan lebih menguntungkan ketimbang dengan stasiun TV gratis karena model yang gratis itu sangat tergantung pada sponsor, bukan pada orang perrumah seperti di bisnis stasiun TV berbayar
Bagaimana alternatif agar kita bisa tetap menyaksikan acara olahraga yang kita minati? Ya benar, live streaming… Sayangnya cara ini termasuk ilegal dan sering kali situs yang menyediakan pranala untuk streaming ke event olahraga tertentu selalu coba diburu untuk diberantas oleh stasiun televisi yang memiliki hak siar resmi… Yah dimana-mana juga yang gratis selalu menjadi favorit ketimbang yang berbayar, hehehe…
Nah saudara, berikut ini kami sajikan beberapa situs live streaming yang bisa Anda manfaatkan untuk menonton acara olahraga kesayangan Anda. Jangan khawatir, bebas virus kok dan bukan link scam. Situs-situs streaming itu antara lain:
  1. http://www.firstrowsports.eu
  2. http://www.sportlemon.tv
  3. http://www.vipbox.tv
  4. http://www.stopstream.tv
  5. http://atdhe.eu
  6. http://www.justin.tv
  7. http://tv.indonewyork.com
  8. http://www.stream2watch.me
  9. http://www.lshunter.tv
  10. http://livetv.ru/en
  11. http://www.laola1.tv
  12. http://chanfeed.com
NB: JIKA KELUAR JENDELA adf.ly TUNGGU 5 DETIK KEMUDIAN KLIK SKIP AD
Nah dari situs-situs diatas, Anda bisa menyaksikan beragam tayangan olahraga secara langsung dan gratis… kecuali biaya hubungan internetnya tentu saja, hehehe… Acara olahraga yang bisa Anda dapatkan antara lain: sepak bola (beragam liga dan kejuaraan, termasuk Liga Champions Eropa), otomotif (beragam balapan termasuk F1 dan MotoGP), tenis, tinju, bola basket dan bahkan WWE, ah tidak hampir semua acara olahraga ada… Soal legal atau ilegal, karena hukum di Indonesia masih lemah, khususnya dalam hal memberantas pembajakan digital, sepertinya tidak jadi masalah. Di luar negeri sana situs-situs diatas memang banyak di blok oleh para provider internetnya, kalau dikita masih aman-aman saja, dan karena itu nikmatilah selagi bisa!

Michael Schumacher's Biography



Michael Schumacher

Michael’s early helmet colours

Michael’s later helmet colours
Internet Explorer users click here to bookmark. Firefox users press CTRL-D.
NameMichael Schumacher
NicknamesSchumi, Schuey
Date of Birth3rd January 1969
Place of BirthHürth-Hermülheim, Germany
Height1.74m
Weight68kg
ResidencyVufflens-le-Château, Switzerland
Marital StatusMarried
WifeCorinna Schumacher (nee Betsch) since Tuesday 1st August 1995
ChildrenGina-Maria, daughter (DOB 19/01/97) and son Mick (DOB 22/03/99)
FamilyRolf, Father, Elizabeth, Mother and Ralf, Brother (DOB 30/6/75)
InterestsSoccer, tennis, swimming, skiing
His Manager…
Michael’s manager since 1989 has been Willi Weber. Schumacher was to receive a free drive in his WTS team for three years, Weber in return is reported to receive 20% of all income Michael earns from motor races. The initial agreement was to last 10 years, however it was later extended for a further several years.
His Helmet…
Michael explains how his helmet’s paint scheme came about:
“From the area of the visor you see the traditional German black-red-gold. I chose the colours years ago with a friend of mine and I changed it only slightly, mostly to include sponsor decals. The blue circle with the white stars on the top was his idea. After joining Ferrari I added the prancing horse on the back. “
Since the European GP in 2000, Michael has raced with a modified helmet design. The blue circle on the top in now painted light red. The white Marlboro stripe around the top is also now red. The change was made to prevent confusion between himself and Barrichello, whose design was confusingly similar.
F1 Teams Driven for…
YearTeamTeammates
1991Jordan1991 Andrea de Cesaris
1991-1995Benetton1991 Nelson Piquet
1992 Martin Brundle
1993 Riccardo Patrese
1994 Jos Verstappen/JJ Lehto/ Jonny Herbert
1995 Jonny Herbert
1996-2006Ferrari1996-1999 Eddie Irvine
2000-2005 Rubens Barrichello
2006-2007 Felipe Massa
Schuey entered only one race for Jordan – which was his F1 debut at Spa Francorchamps in 1991. He qualified 7th but in the race the clutch burnt out and he didn’t make it off the grid. He was standing in for Bertrand Gachot, who had been jailed in London just before the GP for an assault with CS gas on a taxi driver!
Michael is Ferrari’s most successful driver ever, ahead of Niki Lauda.
Read more about F1′s greatest ever driver….
Learn more about Michael! The great biographies in the right panel provide more information than we ever could on mSchumacher.com!
The biography from Christopher Hilton on Michael was first published in July 2000, but the current third edition published in 2007 has been updated after he retired from Formula 1 racing, so is right up to date!
The author has penned the biographies of numerous other top drivers. Highly recommended reading.
2012 was his last season in F1. His final retiremen is when he in 43 Years old. gret job man!! :)

10 Kecelakaan F1 Terparah


10) Lorenzo Bandini (1935-1967),
driver Italia, meninggal di GP Monako 1967. Setelah hilang kontrol atas mobilnya di sebuah chicane, ban belakang mobilnya mengenai pembatas jalan dan membuat mobil Bandini berputar-putar sampai menabrak sebuah tiang dan berbalik. Tiang tersebut jatuh dan menembus tangki bahan bakar, sehingga terjadilah kebakaran yang sekaligus membuat Bandini terperangkap. Mobil selanjutnya meledak karena uap panas dari pipa pembuangan gas bahan bakar. Bandini mengalami luka bakar hebat dan dirawat di rumah sakit setempat selama 3 hari, sebelum akhirnya meninggal pada 10 Mei 1967.
http://www.allf1.info/gallery/pictures/crash8.jpg
9) Roger Williamson (1948-1973),
driver Inggris, meninggal di GP Belanda 1973. Setelah salah satu ban mobilnya mendadak kehilangan tekanan dan kempis, Williamson menabrak sebuah tembok pembatas dengan kecepatan tinggi dan terseret sejauh 275 meter. Mobil berakhir dalam posisi terbalik dan tangki bahan bakarnya pun mulai terbakar. Seorang pembalap lain, David Purley (1945-1985) menghentikan mobilnya dengan sukarela dan berusaha membantu Williamson keluar dari mobilnya; namun usahanya juga gagal karena posisi mobil yang terbalik. Celakanya para marshal menduga justru mobil Purley yang mengalami kecelakaan. Begitu mengetahui kondisi yang sebenarnya, marshal pemadam api tidak berhasil pula menolong Williamson. Mobil pemadam yang lebih besar baru datang hampir 10 menit kemudian, di mana Williamson sudah lebih dulu tewas akibat asfiksia.
http://www.racehistorie.nl/grand%20prix/rw735.jpg
8) Helmuth Koinigg (1948-1974), 
driver Austria, meninggal di GP Amerika Serikat 1974. Kematian akibat pemasangan logam pembatas Armco yang tidak tepat. Setelah mengalami gagal suspensi di daerah tikungan lambat, mobilnya menabrak tembok pembatas Armco dengan posisi kepala Koinigg membentur tembok terlebih dahulu. Kecepatan mobilnya rendah namun karena Armco yang tidak terpasang dengan baik (ujungnya yang tajam masih terlihat!), logam pembatas yang tajam itu pun mencederai leher Koinigg sampai kepalanya terpenggal
http://img225.imageshack.us/img225/555/k1aj8.jpg
7) Tom Pryce (1949-1977),
driver Wales, meninggal di GP Afrika Selatan 1977. Kematian paling aneh di sirkuit F1 dari tinjauan sebab: tertimpa tangki pemadam api seberat 20 kg! Adalah Renzo Zorzi yang baru saja mengalami kecelakaan; akibat pengukur bahan bakarnya rusak. Ia memarkir mobilnya di sisi kiri trek lurus. Zorzi kesulitan keluar dari mobil karena gagal melepaskan pipa oksigen dari helmnya; namun bagian belakang mobilnya sudah mengeluarkan api. Ini membuat Zorzi membutuhkan bantuan 2 orang marshal dari seberang trek untuk memadamkan api dari mobilnya. Dua marshal itu pun menyeberang trek yang sedang dilalui mobil F1 tanpa izin (!). Marshal pertama lolos. Namun marshal kedua, Fredrik Jansen van Vuuren (19 tahun) – yang membawa tangki pemadam api seberat 20 kg – tertabrak oleh mobil Pryce (dengan kecepatan 270 km/jam). Pryce menabrak van Vuuren karena pandangannya terhalang oleh mobil Hans-Joachim Stuck (yang hampir menabrak van Vuuren juga, namun berhasil menghindar di detik terakhir). Van Vuuren terlempar ke udara, dengan tubuh hancur (sampai tidak dapat dikenali), dan tewas seketika. Sedangkan Pryce, yang mendadak tertimpa tangki pemadam, tewas seketika karena benda berat itu hampir memutuskan kepalanya (!!). Ia pun terlempar keluar dari mobil. Mobil Pryce masih berjalan tanpa driver sejauh beberapa ratus meter.

6) Ronnie Peterson (1944-1978), 
driver Swedia, meninggal di rumah sakit setelah kecelakaan GP Italia 1978. Peterson baru saja mengalami kecelakaan tabrakan beruntun di belokan pertama GP Italia 1978, yang melibatkan 9 pembalap lainnya. Ia hanya mengalami cedera tungkai; yang relatif “ringan” jika dibandingkan dengan Vittorio Brambilla yang mengalami koma akibat kepalanya tertimpa ban “terbang”. Peterson dilarikan ke rumah sakit Milan untuk diperiksa. Ternyata ia mengalami beberapa patah tulang di tungkainya. Ia pun dijadwalkan untuk dioperasi keesokan paginya. Namun sebelum pagi tiba, Peterson mengalami emboli lemak yang bersumber dari daerah patah tulang di tungkainya; dan meninggal Senin (11 September) pagi.
http://www.atlasf1.com/2000/ita/preview/peterson2.jpg
5) Gilles Villeneuve (1950-1982),
driver Kanada, meninggal di kualifikasi GP Belgia 1982. Dalam pertandingan, ia bertemu mobil lambat di jalur kiri. Mobil Jochen Mass. Mereka pun mengalami miskomunikasi: Mass yang mengira Villeneuve akan mencatat waktu, bermaksud membiarkannya lewat dengan bergerak ke kanan. Villeneuve yang berniat mendahului Mass (yang tadinya ada di jalur kiri) segera membelokkan mobil ke kanan. Mereka bertabrakan di jalur kanan. Mobil Villeneuve, yang berada di belakang, terbang ke udara dan mendarat (hidung lebih dulu) dengan kecepatan 225 km/jam. Villeneuve masih terseret sejauh 50 meter ke arah pagar kait di pinggir trek; di mana lalu ia tersangkut dan mengalami patah leher. Ia langsung dibawa ke rumah sakit St.Raphael University, dan sempat dipertahankan hidup selama beberapa jam sebelum akhirnya meninggal sekitar pukul 9 malam waktu setempat.
http://www.allf1.info/gallery/pictures/crash6.jpg
4) Riccardo Paletti (1958-1982),
driver Italia, meninggal di GP Kanada 1982. Ia baru saja melakukan start GP-nya yang kedua. Karena gangguan koordinasi marshal, lampu kuning tidak dihidupkan setelah Didier Pironi (lagi-lagi!) stalled on grid saat start. Paletti terlambat merespons dan hidung mobilnya menabrak bagian belakang mobil Pironi. Ia mengalami benturan di dada dan tidak sadarkan diri. Mobil Paletti selanjutnya mengalami kebakaran, dan ia pun mengalami asfiksia akibat asap karena terperangkap dalam mobil (sampai para marshals pun butuh setengah jam untuk mengeluarkan Paletti). Ia meninggal setibanya di rumah sakit Royal Victoria di Montreal; 2 hari sebelum ultahnya yang ke-24.
http://img527.imageshack.us/img527/7866/crash5.jpg
3) Elio De Angelis (1958-1986),
driver Italia, meninggal dalam uji coba mobil di sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, Prancis usai GP Monako 1986. Mobil De Angelis mengalami kebakaran setelah tabrakan, dengan kondisi downforce mendadak hilang akibat lepasnya sayap belakang mobil. Ia hanya mengalami luka bakar ringan dan patah tulang selangka, namun De Angelis tidak dapat keluar dari mobilnya. Apalagi di sirkuit yang bersangkutan hampir tidak ada marshal yang bersiap di tempat. Marshal baru datang 30 menit kemudian dengan helikopter (!!!!), dan melarikan De Angelis ke rumah sakit Marseille. Ia pun meninggal di sana 29 jam kemudian.
http://www.racing.it/f1/album/foto/paulricard.jpg
2) Roland Ratzenberger (1960-1994),
driver Austria, meninggal di kualifikasi GP San Marino 1994. Ratzenberger yang baru saja membalap 1 kali di F1, mengalami kerusakan sayap depan mobil di putaran kualifikasi sebelumnya. Akibat kecepatan yang tinggi, ditambah tekanan angin, sayap depan tersebut patah dan tersangkut di bawah mobilnya. Mobil Ratzenberger pun tidak dapat membelok dan membentur tembok solid dengan kecepatan 315 km/jam. Setelah tabrakan, mobil berputar-putar kembali ke trek, dan terlihat jelas bahwa Ratzenberger mengalami patah leher yang langsung menewaskannya di tempat.
http://www.forocompeticion.com/galeria/data/196/72%20-%20Roland%20Ratzenberger%20-%2003.jpg1) Ayrton Senna da Silva (1960-1994),
driver Brazil, meninggal di GP San Marino 1994. Juara dunia 3 kali ini start dari pole position. Sesaat setelah start, Pedro Lamy dan Jyrki Jarvilehto mengalami tabrakan yang mengakibatkan keluarnya safety car. Safety car keluar selama 5 putaran. Pada 2 putaran berikutnya, mobil Senna terlihat understeer dan keluar jalur mendadak di tikungan Tamburello, dengan kecepatan 310 km/jam, lalu menghantam tembok solid. Sebab kematian Senna yang sebenarnya masih misterius. Senna disebutkan mengalami luka tembus akibat patahan suspensi yang menembus helm dan bagian depan tengkoraknya. Ironisnya video yang merekam momen tabrakan sepanjang 1.5 detik ternyata hilang.
Damon Hill, rekan setim Senna di Williams pada tahun 1994; bersikeras bahwa Senna telah melakukan kesalahan biasa, namun fatal. Sebagian penggemar berat Senna menduga ada konspirasi yang bertujuan membunuh pembalap berusia 34 tahun tersebut. Banyak juga yang memperdebatkan apakah Senna meninggal spontan atau di rumah sakit, karena ia tidak dinyatakan meninggal di trek. Pernah juga dilaporkan bahwa video itu ternyata ada dan memperlihatkan Senna “melepas” setir seusai mobilnya melintir (namun video ini pun dipertanyakan keasliannya). Bagaimanapun kejadian sebenarnya, tragedi ini telah mengubah pandangan FIA terhadap keselamatan di lingkup Formula 1.
source : http://terselubung.blogspot.com/2010/10/10-kecelakaan-formula-1-yang-paling.html

Mobil F1 Mobil Teraman di Dunia


Sebelum turun balapan, mobil F1 seperti mobil jalan raya pada umumnya yang harus lolos serangkaian uji coba keselamatan. Namun, persyaratan untuk mobil F1 lebih ekstrim
Pada balapan Grand Prix Eropa di Valencia, Spanyol, 27 Juni 2010, kita disuguhi pemandangan mendebarkan kecelakaan hebat yang dialami oleh pembalap tim Red Bull, Mark Webber. Pada lap 10, Webber melakukan kesalahan dalam memperkirakan gerak mobil Lotus Heikki Kovalainen di trek lurus pada saat melaju dalam kecepatan 310km/j. Mobil Red Bull Webber menghantam keras bagian belakang mobil Kovalainen kemudian terbang sampai setinggi hampir 10 meter dan salto di udara sebanyak dua kali sebelum akhirnya terhempas ke aspal dalam keadaan kokpit mobil di bawah. Karena hantaman ke tarmac sirkuit terlalu keras, mobil berbalik ke dalam posisi semula dan terseret ke run-off area di Tikungan 10.
(Mobil Red Bull Mark Webber terlempar setinggi hampir 10 meter dan salto dua kali di udara setelah menghantam belakang Lotus Heikki Kovalainen di GP Eropa 2010 di Valencia, Spanyol - Foto:http://www.dailymail.co.uk)
Webber tak mengalami cedera, hanya mengalami memar di bahu kanan. Ia bahkan keluar dari mobil tanpa dibantu orang ketiga sambil melemparkan setir ke aspal. Luar biasa! Bayangkan jika kecelakaan seperti itu terjadi pada mobil jalan raya? Dipastikan mobil hancur berantakan dan pengemudi serta penumpangnya kemungkinan kecil hidup selamat, sehingga tidak salah jika mobil Formula 1 mendapat sebutan sebagai mobil paling aman sedunia jika dilihat dari desain mobil yang begitu kompak berbanding dengan kecepatan. Tetapi klaim ini tidak bersifat absolut karena terdapat perbedaan cara pandang.
(Robert Kubica mengalami kecelakaan pada GP Kanada 2007 di Montreal setelah menghantam tembok pembatas dan terseret sejauh 100m - Foto: http://www.cache.jalopnik.com)
(Setelah mengalami benturan 75G, atau sama dengan 75 kali dari berat tubuh Robert Kubica di Montreal 2007, pembalap asal Polandia itu selamat - Foto: http://www.wikinoticia.com)
Apa sih yang membuat mobil F1 bisa begitu istimewa sehingga bisa menyelamatkan Webber dari kecelakaan dahsyat di Valencia? atau ketika menyelamatkan Robert Kubica dari kecelakaan fatal di GP Kanada musim 2007 lalu? Banyak sekali alat penjamin keselamatan di mobil F1 dan salah satu komponen yang penting adalah kokpit tempat pembalap F1 duduk.
Pada saat para desainer membuat mobil F1 ada dua elemen yang dipertimbangkan yaitu kecepatan dan keselamatan. Kecepatan ditentukan oleh mesin, aerodinamika dan ban, sementara monokok menjamin keselamatan pembalap dalam kondisi yang sangat ekstrim sekalipun. Struktur monokok mobil F1 sangat kuat dan sering kali disebut sebagai ‘tub’ alias ‘bak’ karena bentuknya yang seperti bak mandi; sempit dan kecil. Monokok inilah yang menjadi kokpit dan ‘cangkang survival’ pembalap, tapi juga menjadi komponen utama sasis mobil di mana mesin dan suspensi depan langsung terhubung dengan tub. Jadi karena perannya yang seperti itu, struktur monokok harus dibuat sekuat dan sekokoh mungkin.
(Gambar di atas adalah beban tonase yang harus ditahan oleh cangkang survival mobil F1 dalam uji coba sebelum diturunkan di sirkuit balap. Foto: http://www.f1.allianz.com)
Seperti bagian-bagian mobil F1 lainnya, sebagian besar bagian monokok terbuat dari serat karbon, yakni material komposit (gabungan dari beberapa unsur) yang kekuatannya dua kali lebih kuat dari baja, tapi lima kali lebih ringan. Serat karbon terdiri dari 12 lapis mat serat karbon, di mana satu benang mat lima kali lebih tipis dari rambut manusia. Membuat monokok adalah salah satu pekerjaan terberat tim teknisi komposit karena mereka harus merekatkan ratusan komponen serat karbon yang terpisah dengan alat perekat yang sangat kuat.
(Sebagian besar material mobil F1 terbuat dari serat karbon yang memiliki daya tahan dua kali lipat lebih kuat dari baja tapi lebih ringan lima kali)
(Inilah monokok mobil F1 yang juga disebut dengan ‘tub’ atau survival cell alias cangkang pelindung/survival)
Banyaknya pembalap F1 yang selamat dari kecelakaan fatal merupakan bukti kekuatan cangkang survival di atas. Prinsip dasar kerja cangkang survival adalah mempermudah pembalap keluar dari kokpit dalam waktu sesingkat-singkatnya. Cangkang alias tub tersebut harus bias menyelamatkan pembalap dari benturan depan, samping, belakang serta saat mobil terguling sehingga roll hoop harus benar-benar kuat. Dalam beberapa tahun terakhir FIA memfokuskan upaya-upaya keselamatan pada bagian kepala pembalap –yang merupakan areal yang paling rentan terkena benda-benda terbang dengan mempertinggi dan memperkuat dinding kokpit.
Seperti mobil jalan raya, seluruh mobil F1 harus lolos uji coba benturan yang ditetapkan oleh FIA sebelum diperbolehkan mengikuti balapan dan FIA merupakan merupakan salah satu mitra aktif program uji coba mobil jalan raya Euro-NCAP. Evaluasi ketat yang diperkenalkan tahun 1985 dan disupervisi oleh FIA ini biasanya dilaksanakan di Cranfield Impact Centre di Bedfordshire, Inggris dan uji coba yang dilakukan adalah uji benturan dinamis (bergerak), uji benturan beban statis dan uji rollover alias uji benturan ketika mobil terbalik dan terguling.
Uji benturan dinamis dilakukan pada bagian depan, kedua samping dan belakang sasis, plus setir. Cangkang alias tub tidak boleh rusak pada waktu di uji. Berat sasis yang dites, sudah termasuk boneka uji coba, adalah 780kg. Uji benturan depan dilakukan pada kecepatan 54km/j, uji benturan samping 36km/j dan belakang 40km/j.
(Monokok mobil Formula One atau disebut juga survival cell atau tub)
Mungkin Anda bertanya-tanya kok kecepatannya rendah? Memang sengaja dipilih untuk mengukur seakurat-akuratnya kemampuan mobil di dalam menyerap energi benturan pada saat kecelakaan terjadi. Batasan deselerasi, penyerapan energy dan deformasi harus dihitung setepat mungkin. Misalnya, uji coba benturan dari depan saat mobil deselerasi terhadap dada boneka dummy tidak boleh lebih dari 60 G (sekitar 60 kali berat tubuh manusia) dalam waktu tiga milidetik benturan.
Dalam uji benturan statis, mobil menjalani 12 kali uji coba beban statis pada bagian depan, samping dan belakang untuk memastikan bahwa tub benar-benar harus tahan terhadap segala benturan sesuai yang diwajibkan oleh regulasi. Setelah diuji, perubahan bentuk pada cangkang tidak boleh merusak struktur cangkang ataupun girboks. Setelah itu, struktur rollover mobil menjalani uji coba dari tiga arah –di mana bagian samping harus mampu menahan beban benturan lima ton, dari depan enam ton dan dari atas 12 ton. Kedalaman penyok akibat benturan itu tidak boleh lebih dari 50mm.
Nah dari penjelasan di atas, apakah masih ada yang meragukan tingkat keselamatan mobil F1?

Fungsi-fungsi Tombol di Stir Mobil Formula 1



1. Tombol MSG OK
Merupakan tombol multifungsi digunakan untuk menset semua fungsi-fungsi yang terdapat didalam mobil.


2. Tombol Menu scroll buttons
Tombol ini berfungi sebagai tombol untuk memilih menu-menu yang ada didalam mobil.
3. Tombol Differential adjustment
Tombol ini berfungi untuk mengatur traksi dan grip pada ke empat roda, mengatur stabilitas pengereman dan juga mengatur sistim pada mobil pada saat berbelok.

4. Tombol Neutral switch
Tombol ini berfungi untuk mengatur kembali settingan mobil ke posisi normal.

5. Tombol Front wing switch
Tombol untuk mengatur dan menyesuaikan sudut sayap/bumper depan mobil untuk meningkatkan downforce.

6. Tombol Radio LED
Menyala dengan warna biru untuk menginformasikan kepada pengemudi tentang arahan-arahan dari pit.

7. Tombol Pit-to-car radio
Fungsi nya untuk mematikan dan menghidupkan fungsi komunikasi radio

8. Tombol Fuel mix adjustment
Mengatur campuran bahan bakar, baik untuk memelihara atau meningkatkan performa mesin, sesuai dengan yang diperlukan.

9. Tombol Throttle map override
Mengatur katup mesin dan juga menyesuaikan dengan karakteristik yang sesuai dengan kondisi lintasan.

10. Tombol Overtake button
Mengatur dan meningkatkan kecepatan mesin dalam sekejap ke posisi maksimal yaitu 18.000 rpm. Kecepatan ini dibutuhkan pada saat pembalap akan menyalip.

11. Tombol Pitlane speed limiter
Mematikkan dan menghidupkan fungsi tombol pengontrol kecepatan pada saat berada di pitlane, seperti yang sobat semua ketahui bahwa didalam pitlane kecepatan mobil harus dikurangi apabila tidak di taati maka akan dikenai hukuman.

12. Tombol Engine breaking level
Tombol ini difungsikan pada saat keadaan lintasan basah, yang bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas belakang roda belakang mobil.

13. Tombol Tyre configuration
Tombol yang berfungsi untuk mengoptimalkan pengaturan ban dan juga berfungsi untuk mengaktifkan lampu belakang pada saat keadaan hujan.

14. Tombol Master multifunction switch
Memungkinkan pengemudi untuk mengakses sejumlah pengaturan sistem mesin mobil, kendali sayap depan/belakang, kendali “aero” yang berfungsi yang memantau dan memaksimalkan aliran udara mobil.
Sebagai tambahan, harga untuk satu buah stir / kemudi mobil balap F1 adalah Rp. 368 juta.

sumber: berbagai sumber

Komponen Utama di Dalam Mobil Formula 1


Mesin
Konfigurasi mesin mobil F1 adalah V8 dengan kapasitas silinder 2.4cc naturally aspirated, four-stroke internal combustion petrol. Sejak berilium dilarang menjadi bagian dari komponen mobil F1, para ahli banyak melakukan pengembangan material. Namun kebanyakan adalah campuran dari aluminium dengan metal lain. Maklum bahan ini bisa mengakomodir keinginan para ahli yang membutuhkan mesin ringan namun kuat.

Sejak musim balap 2003, para engineer F1 dipaksa untuk berkreasi membuat mesin yang tahan lama. Di musim 2003, mesin untuk balapan adalah mesin yang digunakan untuk kualifikasi. Dan mulai musim balap 2004, FIA membatasi hanya satu mesin yang dipakai dalam satu rangkaian akhir pekan grand prix. Sebelum masa itu biasanya mesin hanya tahan untuk dipakai maksimal sejauh 500 km. Lebih dari jarak itu, kinerja mesin sudah tidak optimal lagi. Mesin mobil F1 mampu memacu mobil hingga 350km/j di jalur lurus dengan putaran mesin maksimum hingga 19.500 rpm
Girboks
Peranti ini terletak di bagian belakang mesin dan sekaligus menjadi penyangga wishbone suspense belakang. Dalam mobil apapun, termasuk mobil F1 juga mobil balap lainnya, peran girboks sangat penting. Selain menyalurkan tenaga dari mesin, girboks juga memberi akselerasi secara maksimal. Dibanding mobil biasa, girboks di
mobil F1 harus jauh lebih reliable, sebab dalam satu balapan -sekitar 1,5 – 2 jam- rata-rata pembalap melakukan perpindahan gigi sekitar 4000 kali. Hingga musim 2002, sistem transmisi yang dipakai adalah semi-otomatis dengan minimum 4 dan maksimum 7 untuk percepatan maju, dan dengan satu gigi untuk mundur. Pada musim 2003, transmisi otomatis diperbolehkan.


Nose cone
Bagian ini terpisah dari sasis dan dilengkapi dengan sayap depan yang beragam bentuknya. Meski bentuknya tampak sederhana, kebanyakan ahli aerodinamika mobil F1 banyak berkutat pada bagian ini. Sebab ini adalah bagian dari mobil yang pertama kali menerpa angin. Selain itu nose cone juga harus kuat sehingga mampu membantu melindungi pembalap saat terjadi tumbukan dari depan.
McLaren MP4-26 Nose Cone
Side pod
Bagian mobil tempat radiator (oli dan air) dan peranti elektronik berada. Bagian ini juga harus kokoh dan bisa melindungi pembalap dari sisi samping. Kedua side pod memiliki lubang angin yang disebut air scoop. Angin ini berfungsi dalam proses pendinginan yang dilakukan radiator.
MGP W02 Side Pod
Kokpit
Di tempat inilah pembalap berada. Jangan samakan kokpit mobil F1 dengan mobil biasa. Bisa dibilang kokpit mobil F1 adalah kokpit mobil paling tidak nyaman. Selain sempit, pembalap pun menyetir tidak dalam keadaan duduk, melainkan (lebih tepat disebut) berbaring. Bagian inilah bagian terpenting dalam melindungi jiwa pembalap. Terbuat dari bahan serat karbon -sama seperti bagian bodi lainnya ruang kokpit harus mampu menahan benturan hingga 2,4 ton dan mampu melindungi pembalap dari kecelakaan parah. Tak heran bila khusus pada bagian ini bahan yang dipakai terdiri dari
tiga lapis campuran serat karbon dan Kevlar dengan ketebalan minimum 3,5 mm.
Posisi Duduk Pembalap F1

Jok
Benda inilah yang menyangga badan pembalap, dan turut mempengaruhi keselamatan. Bentuk jok disesuaikan dengan bentuk tubuh pembalap. Oleh karena itu di awal musim atau saat pindah tim, seorang pembalap F1 pasti mengepas jok terlebih dahulu. Yaitu dengan membuat cetakan sebelum jok yang terbuat dari resin bercampur busa itu dipasang di mobil.
Saat melaju pembalap harus melekat atau terikat ke jok demi mempertinggi tingkat keselamatan. Oleh karena itu jok balap wajib dilengkapi dengan safety belt berjenis lima atau enam titik. Safety belt ini akan memelar sesuai gaya berat yang dialami pembalap. Demi keselamatan pula safety belt harus diganti secara berkala. Tak jarang pembalap mengganti sabuk pengamannya hingga 20 kali dalam setahun.

Air box
Ini adalah lubang angin yang ada di atas kepala pembalap. Fungsinya untuk membantu pembakaran di mesin.
McLaren MP4-26 Air Box
Tangki bahan bakar
Meski disebut tangki, jangan membayangkan wadah bahan bakar mobil F1 itu sama dengan dengan tangki bensin di mobil biasa. Karena, tangki yang terbuat dari bahan Kevlar ini bisa berubah bentuk dan dijamin tak akan sobek atau bocor bila terbentur saat tabrakan. Tak hanya itu, konstruksi bagian dalam tangki juga rumit, karena harus dibuat dengan struktur khusus berdasarkan regulasi FIA.
Bagian dalam tangki dilengkapi semacam kantung pengumpul akhir –yang disebut ‘kolektor’ oleh para teknisi F1. Tapi para teknisi FIA menamainya bladder yang arti harfiahnya adalah kantung kemih. ‘Kantung kemih’ di dalam tangki bensin mobil F1 ini berbentuk tabung yang terbuat dari bahan serat karbon dan mampu menampung dua liter bahan bakar.
Tabung ini berada di tengah-tengah tangki dan di dalamnya terdapat sebuah pompa bensin mekanis bertekanan tinggi yang digerakkan oleh mesin. Dari pompa ini, bensin langsung dikirim ke injektor yang berada di setiap silinder. Dengan konstruksi dan cara kerja seperti itu, tak heran jika harga kantong bahan bakar mobil F1 ini tergolong mahal: paling sedikit Rp 150 juta per unitnya.
Sayap belakang (rear wing)
Fungsi sayap yang ada di belakang tak jauh berbeda dengan sayap yang ada di nose cone, yaitu untuk mengalirkan angin. Bilah sayap depan harus bisa membuat angin berjalan mulus ke bodi mobil, sayap belakang harus bisa membuang angin dengan rapi. Peran sayap belakang juga amat besar terhadap setingan mobil dalam menghadapi setiap balapan. Bila berlomba di sirkuit yang berkarakter cepat, posisi bilah sayap harus datar. Sebaliknya bila sirkuitnya banyak tikungan, bilah sayap akan dipasang lebih tegak.
ferrari 150′ italia rear wing
Diffuser
Difuser adalah alat yang membantu mempermulus aliran angin di kolong belakang mobil. Bentuknya yang seperti bilah-bilah. Bilah-bilah ini membuat aliran angin di kolong mobil terpecah, yang pada akhirnya membantu meningkatkan downforce.

Plank atau skid block
Inilah satu-satunya bagian dari mobil F1 yang terbuat dari kayu, dengan lebar 30 cm dan tebal 10 mm. Letaknya ada di bawah mobil. Fungsi utama plank adalah sebagai alat pengukur ketinggian mobil dari trek saat balapan. Sesudah balapan, ketebalan plank tak boleh berkurang dari yang ditoleransi -10% dari ketebalan awal. Jika melebihi batas pembalap bisa terkena diskualifikasi.
Tampak dari bagian depan
Tampak dari bagian bawah

Barge board
Alat berupa bilah ini terletak di antara sidepod dan ban depan. Fungsinya untuk
mengoptimalkan aliran angin dari sayap depan. Selama balapan peranti ini harus bersifat statis, dalam arti posisinya tak bisa digerak-gerakkan. Michael Schumacher pernah mengalami kasus akibat barge board, yaitu di GP Malaysia 1999. Gara-gara itu hampir saja Ferrari kehilangan poin dan gelar juara konstruktor.

Mengupdate Stadion di PES 6


Pada postingan kali ini gua mau ngasih cara atau tips wat lho semua pecinta pes 6 bagaimana cara mengupdate stadium di pes 6 biar nggak jadul lagi,,, setelah kemaren gua kasih cara mengubah tampilan pes 6 menjadi pes 2011 sekarang ini gua dapet cara baru lagi wat pes 6 kamu agar lebih cool….. cara mengupdate pes 6 cukup gampang di banding dengan mengupdate pes 2011 atau 2012 yang harus anda download pertama adalah:

Kitserver buat pes 6,, karena banyak kitserver yang digunakan maka jangan sampai salah,, inisial di belakang kitserver biasanya mnunjukan kitserver itu buat pes berapa… untuk pes 6 anda bisa mencarinya di search engine dengan cara mengetik kitserver pes 6

Unduh atau download update stadium yang anda ingin anda masukkan ke dalam pes loe,,, misalnya anda ingin menambahkan stadion utama gelora bungkarno indonesia (SUGBK) ke pes 6 anda,, maka anda harus mendownloadnya terlebih dahulu atau ingin menambah stadium lain yang anda inginkan… misal emirates stadium, nou camp, san siro, santiago bernabue, dan lain sebagainyasetelah semua file terdownload ( g usah khawatir gan Cuma kecil ko’ filenya) extract hasil downloadan yang berupa kit server dan kemudian copy lalu paste di folder C/program file/KONAMI/ Pro Evolution Soccer 6 ( didalam folder tersebut terdapat file data,pes6.exe, setting.exe dan read me) kemudian buka folder kitservernya dan klik dua kali di setup.exe lalu instal
kemudian extract hasil downloadan stadiumnya (bisa didownload disini http://adf.ly/KsAz9 *tunggu 5 detik dan klik skip ad) dan kemudian copy dan paste ke folder C/program file/KONAMI/ Pro Evolution Soccer 6/Kitserver/GDB/Stadium kemudian instal ulang kitservernya. Caranya sama dengan dobel klik di setup.exe kemudian klik remove dan pilih instal sekali lagi….. dan selesai dah… sekarang coba buka pes 6 anda dan terennnngggggggg SUGBK sudah terinstal di pes 6 anda…
Smart notes

“Jangan pernah menyerah dengan sebuah kegagalan, karena itu merupakan batu loncatan buat anda tanpa kegagalan hidup akan terasa hampa karena tidah ada hambatan yang berart i bagi kita,,, dan itu lah yang bisa membuat hidup kita berarti so keeep spirit do the best”

Fakta-fakta Dalam Formula 1


Apabila menonton Formula 1 biasanya kita cuma memperhatikan jumlah putaran, berapa jumlah waktu yang ditempuh untuk satu putaran, posisi para pembalap, dll. Tapi dibalik itu banyak fakta-fakta menarik yang mungkin belum kita ketahui dalam Formula 1. ini dia beberapa diantaranya.
1. Dalam 1 kali balapan seorang pembalap rata-rata kehilangan berat sebanyak 2 Kg. Jumlah ini bisa lebih jika balapan berlangsung pada sirkuit yang panas seperti Sepang, atau Bahrain.

2. Jumlah berat seluruh peralatan yang harus dibawa setiap tim F1 buat satu kali balapan sebanyak 28 ton. Terdiri atas spare parts, tools, peralatan pit-stop termasuk tiga sasis cadangan. Ada sekitar 10.000 spare-part dan 1500 kertas dan kantong pembungkus dengan logo team.

3. 100 radio komunikasi antar anggota tim serta pembalapnya selama race weekend (kamis-minggu). Alat komunikasi lain yang dibawa antara lain 16 CPU dan lebih kurang 30 notebook/laptop.
4. Jarak pengereman yang dibutuhkan mobil-mobil F1 dari kecepatan 200km/jam sampai berhenti sempurna adalah 55 meter. Ditempuh dalam 2 detik, menghasilkan G-force sampai 5,6G. Itu artinya tubuh pembalap (terutama leher) harus menahan dorongan ke depan hingga 5,6 kali berat badannya sendiri. Buat perbandingan, mobil penumpang standar perlu jarak 120 meter untuk mengerm dari 200km/jam sampai berhenti. Dalam 4.1 detik.

5. Tempratur di dalam knalpot mobil balap F1 mencapai 950 derajat Celcius. Saat melakukan pengereman, tempratur piringan rem mobil F1 bisa mencapai lebih dari 1000 derajat Celcius. Sedangakan suhu rata-rata dalam kokpit selama balapan adalah 55 derajat Celcius.

6. Pembalap F1 memantau tak kurang dari 15 fungsi penting dari lampu-lampu serta LCD monitor di steering wheel mobil F1. Posisi gear, putaran mesin, kecepatan, campuran bahan bakar, dan lain-lain. Di setir juga ada tombol radio komunikasi, tombol pompa air minum, serta pengatur komputer mesin dan diferensial. Dibelakang setir ada pedal atau tuas untuk memindahkan gear.
7. Jumlah putaran yang harus ditempuh oleh pembalap F1 sepanjang musim balapan 2008 adalah 1124 putaran/lap. Terdiri dari 17 seri balapan di 18 negara seluruh dunia.
8. Selama race weekend tiap tim menghabiskan sekitar 1200 liter bahan bakar. Ditambah 70 liter oli mesin dan 30 liter oli girboks. Sebuah mobil balap F1 berdaya 750 dk butuh70 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 100 km.
9. Khusus di sirkuit Monako, seorang pembalap bisa melakukan 3100 kali perpindahan gigi selama balapan. Di sirkuit lain pembalap “hanya” melakukan rata-rata 2500 kali perpindahan gigi.
10. Jumlah air dan minuman ringan yang dikonsumsi oleh sebuah tim balap selama race day adalah 3300 liter. Selama balapan di sirkuit bersuhu panas seperti sepang, pembalap akan kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) sampai 2,5 liter.

Banyak Dibaca